Dilarang Flexing, MEP Mawas Diri Agar Tetap Dekat Rakyat

0

SULUT – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengingatkan kepada seluruh anggota partai untuk berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan dan tidak pamer kekayaan atau flexing.

Sarmuji juga melarang kader Partai Golkar memamerkan kekayaan atau flexing dan bergaya hidup glamor ketika masyarakat sedang sulit

Michaela Elsiana Paruntu (MEP) menjadikan pesan tersebut sebagai dorongan baginya untuk tetap rendah hati serta menjaga kedekatan dengan rakyat.

“Kita ini dipilih rakyat dan harus benar-benar hadir untuk kepentingan rakyat. Jangan sampai ada jarak antara wakil rakyat dengan masyarakat. Golkar harus jadi contoh dengan menunjukkan sikap yang peka terhadap kebutuhan masyarakat,” tegas MEP, Sabtu (30/8/2025).

Michaela menekankan pentingnya kesederhanaan dalam penampilan maupun perkataan para wakil rakyat.

Ia mengingatkan agar tidak terjebak dalam sikap pamer fasilitas atau tunjangan di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan.

“Kepekaan sosial itu kunci. Kalau rakyat sedang susah, wakil rakyat harus ada di tengah-tengah mereka, bukan justru menampilkan gaya hidup yang berlebihan,” ujarnya.

Lebih lanjut, MEP menyatakan dukungannya terhadap langkah DPP Partai Golkar yang siap meninjau dan mengevaluasi tunjangan serta fasilitas fraksi.

Menurutnya, evaluasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus bukti nyata bahwa Golkar benar-benar bekerja untuk rakyat.

“Evaluasi itu penting. Kalau memang ada yang harus dikurangi atau disesuaikan, Partai Golkar harus berani. Inilah cara kita menunjukkan bahwa kita benar-benar wakil rakyat, bukan hanya sekadar menyandang jabatan,” pungkas MEP.

Dengan sikap ini, MEP menegaskan komitmen Golkar untuk menjadi partai yang selalu hadir, peka, dan berpihak pada rakyat