Bitung Semarak Dengan Kirab Budaya dan Atraksi Marching Band pada Launching FPSL 2025

0

BITUNG—Kota Bitung kembali menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Launching Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2025, Jumat sore (29/8/2025). 

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kirab budaya yang dimulai dari depan Kantor Wali Kota Bitung dan berakhir di Dermaga Satrol AAL Samuel Languyu.

Mengusung tema “Harmony in Diversity – Harmonisasi dalam Keberagaman”, FPSL 2025 menghadirkan beragam penampilan yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara. 

Sejak sore hari, ribuan warga memadati jalan utama untuk menyaksikan parade budaya yang diikuti jajaran SKPD, pelajar SD hingga SMA, dengan busana tradisional penuh warna yang merepresentasikan keberagaman bangsa.

Salah satu yang paling menyita perhatian publik adalah penampilan Marching Band Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) yang berkolaborasi dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung serta SMK Pelita Bahari. 

Aksi musik dan formasi atraktif mereka berhasil menyedot sorak-sorai penonton yang memadati rute kirab.

Kirab budaya ini disambut langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, bersama Wakil Wali Kota Randito Maringka. 

Turut hadir mendampingi Ketua TP PKK Ellen Sondakh, Sekretaris PKK Jasinta Maribel Gumolung, Sekretaris Kota Ign Rudy Theno, ST, MT, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 

Kehadiran mereka di panggung utama menandai dukungan penuh pemerintah terhadap perhelatan tahunan tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hengky Honandar menegaskan bahwa FPSL 2025 bukan sekadar ajang hiburan budaya, melainkan momentum penting untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. 

“Melalui FPSL 2025, kami ingin menunjukkan bahwa Bitung adalah kota dengan kekayaan budaya, ramah lingkungan, dan penuh potensi dalam sektor pariwisata serta ekonomi kreatif,” ucapnya.

Honandar juga menekankan bahwa suksesnya festival ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota, Forkopimda, dan Komando Daerah Angkatan Laut VIII melalui Satrol Kodaeral VIII.

“Kita tunjukkan pada Indonesia bahkan dunia bahwa Bitung adalah kota yang kaya budaya, ramah lingkungan serta punya banyak potensi besar di sektor pariwisata,” tambah Hengky.

Acara puncak FPSL 2025 dijadwalkan berlangsung pada 8–12 Oktober, usai perayaan Hari Ulang Tahun Kota Bitung ke-35 pada 10 Oktober mendatang. 

Sejumlah kegiatan budaya, kuliner, hingga olahraga bahari akan digelar untuk memperkaya agenda festival yang telah menjadi ikon tahunan Kota Cakalang tersebut.

Pelaksanaan FPSL 2025 ini berjalan aman, lancar, dan sukses, sekaligus memperkuat posisi Bitung sebagai salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Utara. 

Masyarakat pun berharap festival ini tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga membawa dampak nyata bagi ekonomi lokal, khususnya pelaku UMKM, sektor perikanan, hingga pariwisata bahari.