Masuki Hari ke-29, Pembangunan Jembatan Garuda di Dumoga Capai 85 Persen
BOLMONG — Di tengah aktivitas pembangunan yang terus berjalan, harapan akan akses penghubung yang lebih baik diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan. Personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu melanjutkan pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII di Desa Werdi Agung Selatan, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kamis (22/10/2026). Memasuki hari ke-29 pengerjaan, pembangunan jembatan beton tersebut telah mencapai progres 85 persen.
Babinsa Koramil 1303-07/Dumoga, Sertu I Wayan Dana, bersama warga setempat melaksanakan pekerjaan pembuatan pondasi sayap jembatan di Sungai Tayap. Pekerjaan ini menjadi bagian penting dalam penyelesaian konstruksi jembatan berukuran 10 meter x 4 meter yang diharapkan dapat menunjang konektivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Di lokasi pembangunan, semangat gotong royong terlihat melalui keterlibatan personel TNI dan warga dalam menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Dengan dukungan tenaga, kebersamaan, dan koordinasi di lapangan, setiap tahapan pembangunan terus dikerjakan untuk mencapai hasil yang sesuai dengan kebutuhan serta memperhatikan kualitas konstruksi.
Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII ini merupakan salah satu titik dalam program pembangunan 5.000 jembatan yang disebut sebagai bagian dari program Presiden. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
Bagi masyarakat, jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi sungai. Infrastruktur ini juga menjadi bagian penting dalam menunjang pergerakan warga, distribusi hasil usaha, serta akses menuju berbagai kebutuhan pelayanan dan kegiatan ekonomi. Karena itu, penyelesaian pembangunan jembatan menjadi harapan bersama yang terus diupayakan melalui kerja sama seluruh pihak.
Babinsa Sertu I Wayan Dana menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Pembangunan jembatan ini bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Kami bersama warga terus bergotong royong agar setiap tahapan dapat berjalan dengan baik, mengutamakan kualitas pekerjaan, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.(Farisa)