Enam Titik Jembatan Garuda Tahap VII Terus Dibangun, Kodim 1303/Bolmong Dorong Konektivitas Wilayah
KOTAMOBAGU – Di balik setiap jembatan yang dibangun, terbentang harapan masyarakat untuk melangkah lebih mudah, menjangkau lebih banyak peluang, dan menghubungkan kehidupan yang selama ini dipisahkan oleh aliran sungai. Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII Kodim 1303/Bolmong di enam titik wilayah Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Minggu (10/10/2026).
Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses penghubung yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui keterlibatan aktif TNI dalam mendukung pembangunan di wilayah, Jembatan Garuda diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mobilitas warga serta memperkuat konektivitas antarkawasan.
Berdasarkan laporan progres pembangunan per 10 Oktober 2026, pekerjaan fisik dilaksanakan sesuai tahapan di masing-masing lokasi. Dari enam titik pembangunan, progres tertinggi tercatat di Desa Werdi Agung Selatan, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, dengan capaian 34 persen.
Di lokasi tersebut, pekerjaan difokuskan pada penggalian pondasi jembatan di Sungai Tajak. Jembatan beton berukuran 10 x 4 meter itu menjadi salah satu titik yang terus dikerjakan untuk mendukung terwujudnya akses penghubung bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, pekerjaan pengecoran dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, dengan progres 26 persen; Desa Bigo Selatan, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dengan progres 28 persen; serta Desa Ollot I, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dengan progres 22 persen.
Adapun dua titik lainnya, yaitu Desa Gogaluman, Kecamatan Poigar, dengan progres 12 persen, serta Desa Dumoga I, Kecamatan Dumoga, dengan progres 10 persen, masih berada pada tahap awal pembangunan fisik berdasarkan persentase yang dilaporkan.
Secara keseluruhan, keenam jembatan beton tersebut memiliki ukuran bervariasi, mulai dari panjang 5 hingga 15 meter dan lebar 3 hingga 4 meter. Seluruh lokasi dilaporkan tidak mengalami kendala dalam pelaksanaan pekerjaan pada hari tersebut.
Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya berorientasi pada penyelesaian konstruksi, tetapi juga pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin infrastruktur yang dibangun ini nantinya dapat membantu memperlancar aktivitas warga, membuka akses yang lebih baik, serta memperkuat hubungan antarkawasan. TNI akan terus mendukung pembangunan di wilayah melalui pelaksanaan tugas yang terarah, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tutur Dandim Bolmong.(Farisa)