Hari Ke-16 Pembangunan Jembatan Garuda, Babinsa dan Warga Berjibaku di Sungai Tayap
BOLAANG MONGONDOW — Di tengah lingkungan hijau yang mengelilingi Sungai Tayap, semangat gotong royong terus mengiringi pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII. Memasuki hari ke-16, Jumat (9/10/2026), pengerjaan jembatan beton di Desa Werdi Agung Selatan, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, berlanjut melalui pemasangan batu pondasi sayap jembatan dan pengelasan besi gelagar.
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang dapat menunjang konektivitas serta mendukung aktivitas masyarakat. Dengan ukuran 10 meter x 4 meter, Jembatan Garuda di Sungai Tayap diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga setelah seluruh tahapan pekerjaan selesai.
Pada kegiatan hari ini, Babinsa Koramil 1303-07/Dumoga Sertu I Wayan Dana bersama masyarakat melaksanakan pekerjaan sesuai tahapan konstruksi. Pemasangan batu pada pondasi sayap jembatan dilakukan untuk mendukung bagian struktur tersebut, sementara pengelasan besi gelagar menjadi salah satu pekerjaan dalam penyiapan komponen jembatan.
Di lokasi pembangunan, setiap pekerjaan membutuhkan ketelitian, tenaga, dan koordinasi. Aktivitas yang terlihat sederhana, mulai dari menata material hingga mengerjakan bagian konstruksi, merupakan bagian dari proses panjang untuk mewujudkan jembatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Kehadiran Babinsa Sertu I Wayan Dana dalam kegiatan ini mencerminkan peran aktif prajurit dalam mendukung pembangunan di wilayah, sekaligus memperkuat semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja bersama dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Sertu I Wayan Dana menuturkan, pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Tayap diharapkan menjadi sarana yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Werdi Agung Selatan dan sekitarnya.
“Pembangunan jembatan ini bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap, setelah selesai dan dapat digunakan, jembatan ini membantu memperlancar aktivitas warga. Karena itu, semangat gotong royong, ketelitian, dan kerja sama perlu terus dijaga selama proses pembangunan berlangsung,” ungkap Babinsa.(Farisa)