Perumda Duasudara Gelar Doa Bersama di Mata Air Danowudu

1

BITUNG, Indo-news.id—Di tengah kondisi kemarau panjang yang berdampak pada penurunan debit mata air Danowudu, jajaran Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung tidak hanya melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air, tetapi juga menggelar doa bersama.

Doa bersama tersebut dilaksanakan di sela-sela kunjungan jajaran Perumda Air Minum Duasudara dalam melakukan peninjauan langsung kondisi mata air Danowudu, Selasa (6/10/2026).

Doa dipimpin langsung Direktur Perumda Air Minum Duasudara, Alfred Salindeho SE MM. 

Sejumlah jajaran turut hadir, di antaranya Manager Umum Joubert Kussoy, Manager Teknik Joutje Sumampow, serta sejumlah pegawai Perumda Air Minum Duasudara.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengakuan dan refleksi spiritual jajaran Perumda di tengah kondisi sumber air yang mengalami penurunan akibat kemarau berkepanjangan.

Alfred Salindeho mengatakan, doa bersama dilakukan karena pihaknya menyadari bahwa air merupakan anugerah dan milik Tuhan. 

Karena itu, dalam kondisi kemarau yang sedang terjadi, manusia tidak hanya dituntut untuk melakukan berbagai upaya secara teknis, tetapi juga memanjatkan doa.

Menurut Alfred Salindeho, kondisi mata air Danowudu saat ini memang menjadi perhatian Perumda. 

Debit air mengalami penurunan cukup signifikan akibat kemarau panjang. 

Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakat.

“Karena kita tahu bahwa air adalah milik Tuhan. Jadi dalam kondisi kemarau saat ini, tentu sebagai umat yang percaya kita wajib memanjatkan doa,” ujar Alfred Salindeho.

Ia mengatakan, sebagai manusia, jajaran Perumda tetap harus berusaha semaksimal mungkin dalam menghadapi kondisi tersebut. 

Berbagai langkah teknis dan pelayanan kepada pelanggan tetap dilakukan sesuai kemampuan perusahaan.

Namun, di balik seluruh upaya tersebut, Alfred Salindeho mengingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan. 

Karena itu, doa menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi yang berada di luar kendali manusia.

“Kita sebagai manusia hanya bisa berharap. Semua hak dan otoritas ada pada Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Jajaran Perumda yang hadir bersama-sama memanjatkan doa di kawasan mata air Danowudu, salah satu sumber air yang memiliki peran penting bagi pelayanan air bersih di Kota Bitung.

Sebelumnya, berdasarkan hasil pemantauan Perumda Air Minum Duasudara, kondisi mata air Danowudu mengalami penurunan cukup drastis. 

Alfred Salindeho menyebut debit sumber tersebut turun hingga sekitar 60 persen akibat kemarau berkepanjangan.