Ketika Warga Memilih Berdamai, Danramil Passi Hadir Menjaga Ruang Persaudaraan
KOTAMOBAGU – Pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan masyarakat mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dalam ketegangan antara wilayah Poopo dan Kelurahan Upai dalam Rapat Koordinasi Penanganan dan Pencegahan Konflik di Desa Sia, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Senin (28/09/2026).
Pertemuan tersebut diarahkan untuk menghentikan bentrokan, mencegah aksi balasan, menangani pihak yang terlibat, sekaligus menyusun langkah pencegahan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik baru.
Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo S.H., M.I.P yang diwakili Danramil 1303-02/Passi Kapten Inf Muyassir, S.I.P. Dalam forum itu, TNI bersama Polri dan pemerintah daerah terlibat dalam koordinasi pengamanan serta upaya menjaga situasi tetap kondusif.
Sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk perwakilan pemerintah Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolaang Mongondow, kepolisian, Satpol PP, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta warga dari kedua wilayah.
Forum juga memberikan kesempatan kepada perwakilan warga dan keluarga korban untuk menyampaikan pernyataan sikap.
Danramil 1303-02/Passi Kapten Inf Muyassir mengatakan penyelesaian persoalan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
“Kita harus menghentikan persoalan ini agar tidak berkembang. Tidak ada tindakan balasan. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku, sementara masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujar Danramil.
Danramil Passi juga menuturkan bahwa TNI akan terus mendukung terciptanya kondisi yang aman melalui komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Menurut dia, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah konflik berulang, terutama dengan menahan diri dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas.
Rakor menghasilkan kesepakatan damai antara pihak-pihak yang hadir. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan melalui penandatanganan oleh unsur pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat.(Farisa)