Duo Srikandi Kritis Ini Apesiasi Yulius Selvanus Seriusi Pokir Di Distanak Dan Dinas Koperasi
SULUT – Duo Srikandi Komisi II DPRD Sulut yang dikenal Kritis, Inggried Sondakh Ketua Komisi II dari fraksi Golkar serta Jeane Laluyan dari fraksi PDIP memuji komitmen Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat lewat DPRD Sulut yang tertuang dalam pokok pikiran (Pokir).
Ketua Komisi II DPRD Sulut Inggried JNN Sondakh, mengapresiasi Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah (Distanak) Sulawesi Utara (Sulut) saat Rapat Komisi II DPRD Sulut terkait Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2025 di ruang rapat Komisi II, Senin (3/2/2025).
“Baru Dinas Pertanian Peternakan yang menghubungi kami Komisi II, untuk Pokok-pokok Pikiran (Pokir), yang aspirasi sekiranya di masukan dalam Pokir, ini satu hal yang harus diapresiasi karena proaktifnya mereka, menghargai kami,” ujarnya.
Inggried Sondakh yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Sulut mengatakan jika dipikir sudah terlambat untuk memasukan Pokir, dan ternyata masih bisa sampai bulan Maret.
“Tentunya ini satu hal yang patut kami apresiasi, karena tentunya teman-teman komisi II banyak yang baru, yang berada di DPRD Provinsi Sulut, yang pastinya mereka belum banyak tahu setiap program yang ada di Dinas-dinas. Saya pun walau sudah lama masih tetap bertanya apa-apa program yang harus masuk dalam Pokir,” jelas Sondakh.
Ia pun meminta agar bisa terinformasi program apa yang harus kita masukan untuk Pokir.
“Bukan semua yah, tetapi ketersedian, kondisi yang ada, sesuai aturan. Karena kalau kita masukan Pokir terus tidak ada programnya, kan mubasir, makanya dalam rapat digelar seperti ini bisa kita tahu apresiasi apa yang bisa terakomodir,” pungkasnya
Sementara itu, Jeane Laluyan menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pihak eksekutif dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Koperasi dan UMKM Sulut.
Jeane mengungkapkan penghargaan atas komitmen pemerintah yang dinilai serius dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat melalui DPRD.
“Saya ingin memberikan apresiasi karena dalam pemaparan tadi, pemerintah menekankan dan menindaklanjuti seluruh aspirasi masyarakat melalui dewan,” ujar Jeane.
Ia menambahkan, tahun ini benar-benar menjadi tahun pengabdian. Menurutnya, jika pun tersedia anggaran, seluruhnya diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
“Tahun lalu saya terus menyuarakan hal ini. Walaupun anggaran terbatas, semuanya tetap untuk masyarakat. Puji Tuhan, melalui Gubernur, DPRD Sulut diapresiasi dan seluruh pokok-pokok pikiran (pokir) masyarakat direspons sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada,” tuturnya.