SULUT – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kelimpungan mempertanggung jawabkan perihal penggunaan anggaran Rp1,7 miliar ditahun anggaran 2025 lalu.
Ini terjadi saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Sosial Sulut untuk mengevaluasi capaian kinerja tahun 2025 sekaligus membahas rencana program kerja tahun 2026,Senin (02/02/2026).
Pasalnya, Ketua Komisi IV Vonny Paat, mencecar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulut, Andra Mawuntu, beserta jajarannya mempertanyakan realisasi anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp1,7 miliar.
“Dari Rp1,7 miliar itu, berapa yang sudah terealisasi?” tanya Vonny kepada Andra.
Menanggapi pertanyaan itu, Andra menjelaskan bahwa anggaran Rp1,7 miliar tersebut terbagi dalam beberapa program.
“Anggaran Rp1,7 miliar itu terdiri dari beberapa program. Nanti akan kami laporkan per program, karena masing-masing program memiliki jumlah yang berbeda,” ujar Andra
Namun, jawaban tersebut kembali ditanggapi oleh Vonny yang juga merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan.
“Yang saya tanyakan, dari Rp1,7 miliar itu, berapa yang sudah terealisasi?” tegasnya.
Andra pun mengakui adanya kelemahan dalam pengelolaan data.
“Kelemahan kami, belum menjumlahkan secara total,” ungkapnya.
Mendengar hal tersebut, Vonny terlihat geram. Ia menilai tidak adanya evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan anggaran bansos.
“Jadi selama ini tidak ada evaluasi, dari Rp1,7 miliar itu berapa yang terpakai dan digunakan untuk apa. Silakan hitung kembali berapa yang sudah terealisasi dari anggaran bansos ini,” tandas Vonny.
