Pastikan Situasi Kondusif, Dandim 1303/Bolmong Siagakan Personel di Desa Ibolian

0

BOLMONG – Komando Distrik Militer (Kodim) 1303/Bolaang Mongondow menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan pasca-perkelahian antar kelompok warga di wilayah Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow. Langkah ini diambil sebagai bentuk sinergi TNI-Polri guna mendukung Pemerintah Daerah dalam mempercepat pemulihan situasi di lapangan.

Dandim 1303/Bolaang Mongondow, Letkol Inf Manase Lomo, S.H., M.IP., menyatakan bahwa jajarannya siap memberikan kontribusi maksimal, baik melalui patroli bersama maupun pengamanan wilayah secara intensif.

“Prioritas utama kami adalah memastikan masyarakat merasa aman sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. TNI akan mendukung penuh seluruh langkah pengamanan yang dipimpin oleh aparat Kepolisian,” ujar Letkol Inf Manase Lomo.

Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa kehadiran personel TNI di tengah masyarakat bukan sekadar untuk menjaga stabilitas, melainkan juga untuk merajut kembali tali persaudaraan yang sempat terganggu. Pendekatan humanis menjadi strategi utama TNI untuk menenangkan warga.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif. Kami mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, personel Kodim 1303/Bolmong, khususnya dari Koramil 1303-07/Dumoga, tetap disiagakan di titik-titik rawan. Mereka bekerja sama erat dengan jajaran Polres Bolaang Mongondow untuk memantau situasi secara terpadu selama 24 jam.

Dandim juga menyampaikan apresiasinya atas gerak cepat pihak Kepolisian dan Pemerintah Daerah dalam menangani konflik sehingga situasi segera terkendali. Ia optimistis, dengan koordinasi yang solid, wilayah Dumoga akan kembali kondusif sepenuhnya.

Saat ini, situasi di Desa Ibolian Satu, Kecamatan Dumoga Tengah, dilaporkan telah aman. Masyarakat pun diimbau untuk mempercayakan seluruh proses hukum kepada pihak berwenang dan tetap menjaga ketertiban lingkungan masing-masing.(Farisa)