Debatebel Penunjukan Hashim Djojohadikusumo, Jems Tuuk : Jangan Playing Victim

0

SULUT – Debatebel klaim mandat Hashim Djojohadikusumo perihal Panitia Natal Nasional dinilai lebih disebakan pada ketidak pahaman informasi.

Presiden direktur LSM Peduli Pendidikan Sulut, Jems Tuuk menilai penyampaian Recky Langie selaku Humas Grup Arsari bahwa informasi mengenai penunjukan Hillary Brigitta Lasut (HBL) sebagai Ketua Panitia Natal Nasional 2026 oleh Hashim Djojohadikusumo adalah tidak benar.

“Jadi, apa yang dikatakan Recky Langi adalah terkait penunjukan Hashim bukan kegiatannya,”lugas Tuuk, Kamis (15/10/2026).

Dikatakan Tuuk yang juga Ketua Aliansi Rakyat Penambang (ARP) Sulut, Pelaksana Perayaan Natal Nasional GEMPAR Indonesia Tahun 2026 baik adanya dan bukan itu yang dikritisi Recky Langie.

Lanjut dikatakan Tuuk, Ibadah Natal Nasional tersebut adalah versi organisasi tersebut.

“Itu bukan Ibadah Nasional yang digelar oleh Pemerintah pusat lewat Kementrian Agama,”ungkap Tuuk.

Tuuk pun menyesalkan terkesan agama dijadikan panggung politik.

“Agama jangan ditunggangi untuk jadi panggung politik untuk dongkrak elektabilitas,”tukasnya.

Jems Tuuk lugas mengatakan jangan karena cuitan Recky Langie justru membuat sampai ada yang merasa ‘Kebakaran jenggot’ bahkan sampai pada level playing victim.

Lebih lanjut, Jems Tuuk mengatakan untuk penetapan perayaan keagamaan nasional yang dipusatkan disatu daerah, Kementrian agama melakukan kajian yang mendalam dengan melibatkan lintas sektoral.

“Seorang negarawan seperti Hashim Djojohadikusumo tidak akan semudah itu memberikan pernyataan penunjukan yang bertaraf nasional,”ucap Tuuk.

Kata Tuuk, Hashim Djojohadikusumo paham dengan aturan yang ada.

“Jangan sampai menempatkan Hashim Djojohadikusumo pada posisi seakan tidak paham aturan,”tandasnya.