Kawal Kunjungan Kerja Wakil Presiden RI ke Lokasi Pasca Gempa, PLN UID Suluttenggo Siagakan 50 Personel dan Belasan Unit Power Backup

0

INDO-NEWS.ID,Manado_ PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) memastikan kesiapan penuh infrastruktur kelistrikan guna mendukung kelancaran kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia.

Kunjungan kenegaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 6-7 April 2026 ini membawa misi kemanusiaan penting, yakni peninjauan langsung kepada salah satu keluarga korban gempa bumi di Tateli, Kabupaten Minahasa, serta lokasi bencana tanggul di Matuari, Kota Bitung.

Menyadari krusialnya agenda ini, PLN telah menetapkan status siaga di seluruh titik strategis. Hal ini dilakukan demi menjamin pasokan listrik yang andal dan tanpa gangguan, sehingga koordinasi penanganan pasca bencana antara pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan optimal.

Guna memberikan layanan prima, PLN UP3 Manado menerapkan skema pengamanan listrik berlapis atau layered defense. Fokus pengamanan dimulai dari gerbang VVIP Bandara Internasional Sam Ratulangi, jalur perlintasan, hingga lokasi inti di rumah duka dan tempat ibadah yang menjadi agenda kunjungan rombongan Wapres.

PLN mengerahkan armada peralatan pendukung yang masif untuk memitigasi segala risiko teknis, di antaranya: 2 Unit Genset kapasitas 200 kVA, 1 Unit Genset kapasitas 180 kVA, 1 Unit Genset kapasitas 100 kVA, 8 Unit Genset Portable berkapasitas 7.700 VA, dan 1 Unit Uninterruptible Power Supply (UPS) kapasitas 100 kVA.

Penggunaan UPS ini secara khusus dialokasikan untuk menjamin layanan Zero Down Time (ZDT) atau listrik tanpa kedip di titik-titik utama kunjungan, memastikan peralatan komunikasi dan protokoler kepresidenan berfungsi tanpa jeda.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai pilar pendukung stabilitas nasional di daerah, terutama saat terjadi bencana.

“Kehadiran Bapak Wakil Presiden di Sulawesi Utara merupakan suntikan moral bagi warga yang terdampak gempa. Oleh karena itu, PLN berkomitmen hadir di garda terdepan untuk memastikan seluruh sarana kelistrikan dalam kondisi prima. Kami telah menginstruksikan seluruh tim untuk siaga penuh 24 jam demi menyukseskan agenda kenegaraan ini, agar proses peninjauan dan penyaluran bantuan tidak terkendala oleh masalah teknis kelistrikan,” tegas Usman.

Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menambahkan bahwa pemetaan kebutuhan daya telah dilakukan secara mendetail jauh sebelum rombongan tiba.

“Kami telah memetakan kebutuhan daya di setiap lokasi kunjungan, terutama di wilayah terdampak gempa di Tateli dan Bitung. Dengan dukungan 50 personel ahli dan belasan unit power backup, kami ingin memastikan Bapak Wakil Presiden dapat berinteraksi dengan warga tanpa gangguan sedikit pun. Ini adalah prioritas layanan kami untuk mendukung agenda kemanusiaan dan kenegaraan,” jelas Revi.

Hingga saat ini, kondisi cuaca di Manado, Minahasa, dan Bitung terpantau cerah, yang sangat membantu tim lapangan dalam melakukan pengawasan rutin pada penyulang (feeder) utama maupun cadangan. PLN juga terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Paspampres, serta kepolisian setempat guna menyelaraskan standar keamanan standar tinggi.

Melalui kesiapan personel dan teknologi cadangan yang mumpuni, PLN berharap kunjungan kerja ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga agenda pemulihan sosial dan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Utara dapat segera terakselerasi dengan baik.