14 Hari Sitaro Tanggap Darurat, Yulius Selvanus Kerahkan Albert Serta Makanan Bagi Bayi, Lansia Dan Warga Terdampak
SITARO – Banjir Bandang melanda Kabupaten Sitaro Senin (5/1/2026) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.
Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 11 jiwa, korban hilang 4 orang, dan korban luka-luka 18 orang.
Dari jumlah tersebut, dua korban luka berat direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Gubernur Yulius Selvanus mengambil langkah cepat dengan memerintahkan jajaran terkait di Pemprov Sulut untuk segera memberikan bantuan Alat berat (Albert), kebutuhan bayi dan lansia, pakaian, kasur, makanan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Saya atas nama Pribadi dan Pemerintah provinsi Sulut menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa banjir bandang yang terjadi di siau, kami sangat prihatin dengan kejadian ini,” ujar Gubernur Yulius.
Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Sulut akan hadir dan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat terdampak, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana.
“Pemerintah Provinsi akan semaksimal mungkin membantu meringankan beban masyarakat di Siau. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Kita semua berharap cuaca segera kembali normal,” tegas Gubernur.
Saat ini, upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sitaro bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Diketahui bencana ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama kurang lebih lima jam tanpa henti. Akibatnya, aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dan menerjang permukiman warga.
Banjir bandang tersebut berdampak luas di sejumlah wilayah Kecamatan Siau Timur. Selain menyebabkan kerusakan material, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa, korban hilang, serta korban luka-luka.
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kelurahan Bahu, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, dan Kampung Salili.
