Dokumen Penting Milik Nasabah Raib, PT.BRI Unit Kotamobagu Digugat

0

KOTAMOBAGU – Ini merupakan warning kepada pihak PT.Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Kotamobagu Cq. PT BRI (Persero) Tbk Unit Kotamobagu. Pasalnya, dengan ketidak hati-hatian pihak perusahaan yang kini menjadi pihak Tergugat, karena lalai menjaga dokumen penting sebagai jaminan milik nasabah.

Buktinya, seperti dialami salah satu nasabah di PT. BRI Unit Kotamobagu, yang kini di sebut sebagai pihak Penggugat, Rostin Mamonto, S.Pd melayangkan gugatanya kepada pihak Pengadilan Negeri Kotamobagu dengan tergugat PT.Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, Cq. BRI Cabang Kotamobagu (persero), Cq.BRI Unit Kotamobagu, dimana pihak penggugat yakni Rostin Mamonto.SPd diwakili oleh Eldy Setiawan Noerdin.S.H.M.H, Jemmy Geraldus Mokoagow,SH, CLA , Amir Minabari,SH.MH dan Arifin Andiwewang,SH sebagai Advocat penggugat.

Diketahui ada beberapa poin penting yang menjadi gugatan pihak Penggugat antara lain, dimana pada tanggal 18 November 2013, penggugat Rostin Mamonto , telah mengajukan kredit atau pinjaman uang sebesar Rp 45.000.000 (empat puluh lima juta rupiah) kepada Bank BRI Unit Kotamobagu atau tergugat, dan sebagai perayaratan atau jaminan kredit adalah beberapa dokumen penting milik penggugat berupa, SK Penetapan NIP (Asli), SK.CPNS (Asli), SK.PNS (Asli) , SK.II/C (Asli), Kartu Pegawai (Asli) dan kartu peserta Taspen (Asli). Sehingga dalam proses pengajuan kredit kepada tergugat , seluruh dokumen asli Kepegawaian milik ibu Rostin tersebut sudah berada dalam kekuasaan atau tanggung jawab Bank BRI unit Kotamobagu, sebagi jaminan.

Sebagaimana dikatakan salah satu korban yang merasa dirugikan Rostin Mamonto bahwa memang uang sebesar Rp 45.000.000 sudah di cairkan sejak tahun 2013 oleh pihak Bank BRI Unit Kotamobagu kepada saya, tertanggal 27 November 2013, dimana dengan ketentuan jangka waktu pelunasan selama 60 bulan atau 5 tahun lamanya dengan angsuran Rp 1.177.500 setiap bulanya, tapi menurut Rostin selama ini kewajibannya untuk memberikan angsuran dilakukan secara rutin setiap bulanya hingga jatuh tempo selesai pada 27 November 2018, sehingga tentunya saya mempunyai hak untuk mengambil jaminan atau dokumen saya karena angsuran atau kredit saya sudah saya selesaikan .

” Anehnya, hingga saat ini pihak Bank BRI sendiri belum memberikan dokumen asli milik saya dengan alasan pihak Bank berkas saya masih dalam proses pencarian ,” kata Rostin. Sembari, menambahkan dimana selama ini dirinya sudah berkali-kqli bolak balik ke Bank BRI baik Cabang maupun Unit tapi belum ada hasil.

Bahkan sampai gugatan ini dilayangkan terhitung sejak pelunasan sampai sekarang sudah 3 tahun lamanya dokumen teraebut tak kunjung dikembalikan oleh pihak Bank BRI Unit Kotamobagu dengan alasan masih dalam pencarian karena tercecer.

Sementara itu Kuasa Hukum Penggugat Eldy Setiawan Noerdin,SH,MH yang didampingi Jemmy Geraldus Mokoagow, SH.CLA dan rekan mengatakan ini bentuk kelalaian dari pihak Bank BRI Unit Kotamobagu atau tergugat.” Ini merupakan fakta, dimana jaminan kredit dokumen milik saya hilang dan tercecer dari penguasaan tergugat dan ini bentuk kelalaian , kesalahan fatal oleh pihak perusahaan , karena mengabaikan prinsip ke hati-hatian , sehingga dianggap perbuatan melawan hukum,” kata Eldy sapaan akrabnya. Sembari, menambahkan bahwa atas kelalaian pihak Bank , sehingga bersangkutan telah mengakibatkan kerugian secara materil dan immaterial bagi penggugat sebesar Rp 1.350.000.000, dimana penggugat harus mengurus penerbitan duplikat atau keterangan dokumen SK Kepegawaian milik Penggugat kepada Lembaga Pemerintah yang berwenang dimana segala pengurusan tersebut memerlukan waktu, biaya dan tenaga sehingga patut dan adil apabila biaya pengurusan dibebankan kepada tergugat.

Disisi lain Eldy Noerdin menambahkan bahwa, dimana SK Kepegawaian yang dimiliki penggugat menurut Hukum merupakan surat-surat berharga yang mempunyai nilai ekonomi karena dengan SK yang dimiliki tersebut , penggugat dapat menggunakan-nya sebagai jaminan ke Bank seperti yang dilakukan kepada tergugat. (Bud)