ktg

Terseret Kasus Penganiayaan Anggota Brimob, Dua Warga Sinindia Diringkus Polisi

0

INDO NEWS – Dua pelaku penganiayaan anggota Brimob Inuai yakni, DW Alias Doni (23) dan AP alias Ar (24), warga Kelurahan Sinindian, Kecamatan Kotamobagu Timur, berhasil diamankan Team Reserse Mobile (Resmob) Polres Kotamobagu, yang dibawah komando IPDA Fri Gunawan, STrK Minggu (30/08/2020).

Penangkapan kedua pelaku tersebut, berdasarkan laporan polisi nomor, LP/619/VIII/2020/SULUT/Reskrim/RES-KTG, tanggal 30 Agustus 2020.

Menurut penuturan saksi yang ada,

pada saat itu korban sedang berada jalan Ibanto, Kelurahan Tumobui, Kecamatan Kotamobagu Timur, saat berada di ruas jalan tersebut, tiba – tiba kendaraan yang digunakan korban mengalami masalah yang mengakibatkan suhu kendaraan naik panas, hingga kendaraan tersebut langsung diberhentikan di pinggiran jalan yang ada.

Dengan kondisi kendaraan yang mengalami masalah, korban bersama rekanya langsung melakukan pengecekan kendaraan dengan cara mencari air untuk digunakan dalam kondisi tersebut.

Tak sampai disitu, saat sedang melakukan pengecekan kondisi kendaraan, Tiba-tiba dua mobil jenis Sigra dan Kayla berwarna  biru dan merah  juga tengah melewati jalur yang sama, saat berada di posisi kendaraan yang mengalami masalah, sejumlah pemuda yang mengendarai kedua mobil tersebut melontarkan kalimat  “Ba pinggir kwa”

Atas adanya kalimat yang dilontarkan sejumlah pemuda ini, Richard Nayoan yang merupakan rekan korban mengatakan,

“So di pinggir skali” tiba-tiba sejumlah pemuda langsung turun dari mobil hingga melakukan tindakan penganiayaan terhadap korban dan rekanya.

Atas peristiwa yang ada, korban melaporkan kasus tersebut ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polres Kotamobagu.

Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK, melalui Kasubag Humas IPTU Rusman M Saleh, membenarkan adanya laporan tersebut. Kata dia, Dua pelaku penganiayaan tersebut tengah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan. Sedangkan para pelaku lainya terus dilakukan pengejaran aparat kepolisian. “Pelaku kita kenakan Pasal 170 ayat (1) KUHP,  dengan ancaman hukuman

lima tahun enam bulan kurungan,” tegasnya.

(Gito Mokoagow)