ktg

Subsidi Elpiji 3 Kilogram Akan Diganti Uang Tunai

0

MAKASSAR – Rencana pencabutan subsidi elpiji kemasan 3 kilogram (kg) melalui penyaluran yang tepat sasaran harus dilakukan secara hati-hati kendati mendesak untuk dilakukan. Jangan sampai kebijakan tersebut menimbulkan gejolak di masyarakat, terlebih lagi banyak kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) yang memanfaatkannya.

Namun, yang juga harus menjadi perhatian adalah terus meningkatnya realisasi penjualan elpiji bersubsidi dari tahun ke tahun. Data Kementerian Energi Sumber dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, realisasi penjualan elpiji bersubsidi pada tahun lalu mencapai 6,84 juta metrik ton (MT). Jumlah tersebut naik dibanding realisasi penjualan elpiji bersubsidi pada 2018 yang hanya 6,53 juta MTm dan di 2017 sebesar 6,31 juta MT.

Melihat tren tersebut, sudah selayaknya penyaluran elpiji 3 kg lebih tepat sasaran. Pasalnya, semakin besar volume elpiji 3 kg yang terserap akan berimbas pada membengkaknya dana subsidi yang dikeluarkan pemerintah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, akan mencabut subsidi tabung gas elpiji 3 kg pada awal semester II/2020. Sebagai gantinya, pemerintah akan memberi bantuan dana tunai kepada masyarakat miskin yang berhak menggunakan elpiji bersubsidi. “Ya nanti diberikan seperti kompensasi uang, saat ini sedang dibahas,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif di Jakarta, kemarin.

Saat ini, ujar Arifin, pemerintah sedang mengidentifikasi kategori masyarakat miskin. Pendataan kategori masyarakat miskin ini agar penyaluran subsidi dari pemerintah tepat sasaran. Sehingga, masyarakat yang tidak tergolong miskin tidak berhak menerima subsidi.

“Jadi identifikasi ini agar yang menerima memang berhak dan ini tidak dibatasi. Hanya mereka harus terdaftar dan terintegrasi jadi bisa teridentifikasi untuk mencegah terjadinya kebocoran penyaluran subsidi,” ujarnya.

Dengan kebijakan ini, nantinya warga yang dianggap mampu oleh pemerintah tidak akan mendapat jatah subsidi. Untuk membeli elpiji 3 kg, warga kategori mampu akan dikenakan harga normal. “Iya dong, berarti kan memang mampu,” ucap dia.

Di bagian lain, Komisi VII DPR meminta Kementerian ESDM tidak tergesa-gesa dalam mengubah mekanisme penyaluran subsidi elpiji 3 kg ke masyarakat. Hal ini untuk mengurangi dampak negatif apabila harga elpiji dilepas ke pasar yang notabene bakal lebih mahal.

“Jika dilaksanakan nanti harga elpiji akan dilepas dengan harga pasar, dan cenderung menimbulkan kepanikan di masyarakat. Pasalnya, jika sekarang dilepas ke pasar maka harganya akan naik,” ujar Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto.

Dia menambahkan, DPR akan meminta agar kebijakan mengubah sistem distribusi elpiji 3 kg itu tidak diputuskan terlebih dahulu apabila kajiannya blum tuntas.

Terpisah, Pengamat Energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Fahmy Radhi menilai, penyaluran elpiji bersubsidi kemasan 3 kg selama ini salah sasaran, karena menggunakan distribusi terbuka. “Selama ini siapa pun bisa beli elpiji bersubsidi, maka perlu distribusi tertutup supaya tepat sasaran,” ujar dia.

Dia mengatakan agar distribusi tidak bocor, maka harus menggunakan distribusi tertutup, misalkan masyarakat yang berkak menggunakna elipiji subsidi dengan menggunakan kartu. “Sedangkan konsumen yang mampu, membeli elpiji 3 kg dengan harga keekonomian,” kata Fahmi.

Sementara itu, menyikapai rencana pencabutan subsisi untuk elpiji 3 kg, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menangah Teten Masduki mengatakan, pihaknya akan memberikan voucher kepada pelaku usaha yang memang berhak menerima subsidi.

“Kami usahakan voucher itu bagi UMKM yang memang perlu terutama di sektor mikro yang kegiatan usahanya banyak di sektor makanan dan minuman di mana banyak menggunakan gas,” katanya.

Menurut dia, ada jutaan masyarakat di Indonesia yang bergerak di sektor usaha mikro. Mereka menggantungkan hidupnya pada kegiatan usaha seperti pedagang keliling, warung, kerajinan, dan lain-lain. “Jadi kita akan coba mendampingi supaya mereka bisa mendapatkan voucher supaya kegiatan usahanya tidak terganggu,” imbuhnya.

(sss)

sumber: sindonews.com